Well, pagi itu aku benar-benar merasa berada pada mood sangat tidak baik. Kalau diibaratkan mungkin moodku sudah jatuh terpelindas sandal klompen. Hancur lebur mirip adonan sambalnya kerupuk upil.
Seperti biasa atau lebih tepatnya kebiasaanku di kost, yaitu bangun tidur molor dari waktu yang sudah deal terjadwal pada alarm handphone-ku. Harusnya sih tepat pukul 04.00 pagi aku sudah standby duduk di kloset kamar mandi. Tapi berhubung banyak sekali alasan yang membuat aku klepek-klepek tak berdaya jadinya aku baru bisa bangun jam 5 lebih 15 menit. Nyaris 17 menit mungkin. Tidak tahu berapa persisnya. Ya maklum, karena mataku masih merem melek waktu melihat jam dinding. Apalagi didukung melihatnya dengan tidak sesempurna mata orang lain yang bebas dari minus 2.
Berlanjut tentang Tokek Jalang..
Setelah beberapa saat, yakin nyawaku sudah lengkap. Aku mulai mengerjakan satu hal simpel. Yaitu membuang sampah. Hanya sampah kering sih, jumlahnya pun masih belum memenuhi keranjang sampah. Tapi tetap harus segera dibuang agar tidak mengundang kecoa-kecoa imut datang bertamu di kostku. Ini juga demi menjaga kesehatan jantung tetangga kamar kostku yang phobia jenis serangga itu.
Hahahaha... aku jadi ingat kejadian di tengah malam. GeJe Accident.
Waktu itu tetangga kamar kostku mengetok pintu kamarku... membangunkanku.. dan dengan tampang innocent bilang 'kebelet pipis' tapi takut sama kecoa-kecoa yang lagi pesta midnight di kamar mandi. Intinya dia meminta bantuanku untuk membunuh binatang itu. Hedeehh.. ada-ada saja -.-"
Lanjut tentang Tokek Jalang,
Ketika sampah di keranjang sampah aku pindahkan ke tempat sampah yang lebih besar di depan rumah (baca kost), wuaduuh.. tanganku kok gatel iya?? Seperti ada sesuatu yang merambat di tanganku..
Mungkin nyamuk!! ...agrrrhhh tidak gatal seperti digigit nyamuk
Mungkin semut!!! ......hmm semut terlalu ringan. Tidak. Ini seperti sesuatu yang memiliki berat.
Perasaanku nggak enak. Campur aduk.
Takut. Penasaran. Merinding..
"AWWWWW.. hiiii pergi kau!!! hii..hi... JIJIKK aku
Sumpah.. sumpah jijik,
dasar TOKEK tai!!" (>.<)"'
Nggak salah lagi. Ini pasti tokek kecil belang-belang buronanku selama seminggu. Iya. Tujuh hari yang lalu tokek tai tak punya malu itu tega-teganya nyemplung di mie kuahku. Binatang tak tahu sopan santun, Kau!! Tokek tai tak punya belas kasih dengan nasib anak kost yang cuma punya uang jajan pas-pasan. Tokek tai mata keranjang, yang bergelantungan di jendela-jendela atap kamarku. Menjadi saksi apa yang aku lakukan di kamar.
Hahahahaha.. Pergi kau TOKEK JALANG


0 komentar: