Kalau enggak cantik/cakep pasti MINDER dan jarang disukai orang.
kalau cantik/cakep jadi TERKENAL dan BANYAK DISUKAI ORANG
Ahhh iya ta?? masak sehh??!
kalau cantik/cakep jadi TERKENAL dan BANYAK DISUKAI ORANG
Ahhh iya ta?? masak sehh??!
Itulah sekelumit rumus yang ada dalam pikiran orang. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimana sih asal rumus ini?
Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan/kecakepan hanya sebatas kulit luar saja. Semua orang seolah satu kata bahwa yang cantik/cakep adalah yang berkulit putih, tinggi, gagah, badan six pack, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang tampilannya memikat hati.
Kata canti/cakep telah direduksi sedemikian rupa, sehingga banyak yang melalaikan apa itu cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak kok yang sukses menikah bukanlah termasuk orang yang cantik/cakep malah banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik/cakep ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. (hhehehe... :p) Jadi, korelasi antara cantik/cakep dan kesuksesan hidup enggak juga mencapai 100% kok!.
Orang-orang yang sukses walaupun tidak cantik-cantik/cakep-cakep amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapu.
Satu kata yang harus kita tekankan dalam hidup kita
yaitu ," bersyukur pada apa-apa yang telah Allah berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Allah karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik/cakep itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Allah, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka.
Apalah gunanya cantik/cakep fisik tapi hati tidak tentram atau cantik atau malah dilaknat oleh Allah dan rasul-Nya, toh kecantikan/kecakepan fisik tidak akan bertahan lama.
Ada yang lebih indah dihadapan Allah, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga.
Banyak-banyak introspeksi diri,
kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi.
toh, untuk mempermak fisik agar cantik juga butuh biaya yang enggak sedikit, kan?? apalagi kalau yang dipilih mereknya enggak biasa, alias merek MAHAL
Loh, kalau sudah kayak gitu bukannya malah akan menghambur-hamburkan uang,
Kecantikan seorang wanita juga akan kehilangan arti jika tanpa memiliki sifat kewanitaannya. Begitu juga kegagahan, kesuksesan serta kewibawaan seorang pria akan kehilangan arti jika tidak ada sifat kesejatian dari seorang pria.
Apabila kalian seorang wanita yang ingin cantik sehingga lebih berharga dari pada permata, dan demikian juga apabila kalian seorang pria yang ingin dinilai gagah, sukses dan berwibawa maka... Berhentilah sejenak!
Satu menit untuk cermin,
Lima menit untuk jiwa,
Lima belas menit untuk ALLAH.
...kalau kita mau cantik, jangan tunggu dikasih tau orang,
cukup dengan berdiri di depan cermin dan bilang begini: "Saya CANTIK.. saya CANTIK.. saya CANTIK",
dijamin kita pasti akan cantik-cantik. Sampai kapan pun, selamanya. (kalau laki-laki iya bilangnya cakep, hhehehehe...)
" Ya Allah, beri aku ketenangan dan keikhlasan untuk menerima kodrat-Mu yang tidak dapat kuubah, dan hanya berikan aku kekuatan untuk berani mengubah sesuatu yang dapat kuubah, bukakan hatiku agar senantiasa tafakur untuk mensyukuri segala perbedaan ini."


0 komentar: