Amati sepintas jalan-jalan yang kau lalui, mereka seolah halaman-halaman penuh tulisan : kota itu mengatakan segala yang seharusnya kau pikirkan, membuatmu mengulang wacana yang ia cetuskan, dan di saat kau percaya bahwa kau mengunjungi Tamara, kau hanya merekam nama-nama yang ia gunakan untuk mendefinisikan dirinya dan semua bagian-bagiannya. (Kota-kota Imajiner)
![]() | ||||
| i love my HOLLYWOOD |
Hollywood itu memang sekedar pahatan, replika dari Hollywood disana ynag mungkin dibuat dari bahan metal mengkilap dengan sokongan konstruksi yang kokoh, Hollywwod di Gresik itu bisa jadi lebih dari ekspresi, tapi ia adalah imajinasi penghuni.
Berandai-andai saja, karena kali ini pengandaian itu memang tak mungkin tersentuh apalagi mewujud, karena saya sedang berimajinasi, bagaimana jika kita bertukar kota dengan Hollywood yang disana, lengkap dengan fasilitas kota yang wuih..wuih…, dengan gulungan pita film sebagai produk utama kota, jalanan yang bersih, bagunan tertata rapi, dan kerlip lampu dimalam hari, dengan panas matahari yang sama-sama membakar kulit jangat. Mirip bukan? Atau barangkali.
Suasana Hollywood yang di Gresik itu tak hanya sekedar berupa harap atau mimpi siang hari yang tak teraih, tapi ia nyata ada disini, anggap saja Hoolywood disana adalah sebuah veldrada, sebuah cermin yang nyata dan tampak di Gresik saat ini.
Tapi ini, sekali lagi hanya imajinasi, berandai-andai kota sebagai sebuah objek itu adalah sebuah permainan bongkar pasang, sejenak saja, dalam imajinasi, kita menukarkannya dengan Hollywood yang disana.




0 komentar: