Jumat, 21 Januari 2011

I ♥ My "HOLLYWOOD" - I ♥ GRESIK

Amati sepintas jalan-jalan yang kau lalui, mereka seolah halaman-halaman penuh tulisan : kota itu mengatakan segala yang seharusnya kau pikirkan, membuatmu mengulang wacana yang ia cetuskan, dan di saat kau percaya bahwa kau mengunjungi Tamara, kau hanya merekam nama-nama yang ia gunakan untuk mendefinisikan dirinya dan semua bagian-bagiannya. (Kota-kota Imajiner) 
i love my HOLLYWOOD
Hollywood itu memang sekedar pahatan, replika dari Hollywood disana ynag mungkin dibuat dari bahan metal mengkilap dengan sokongan konstruksi yang kokoh, Hollywwod di Gresik itu bisa jadi lebih dari ekspresi, tapi ia adalah imajinasi penghuni.

Berandai-andai saja, karena kali ini pengandaian itu memang tak mungkin tersentuh apalagi mewujud, karena saya sedang berimajinasi, bagaimana jika kita bertukar kota dengan Hollywood yang disana, lengkap dengan fasilitas kota yang wuih..wuih…, dengan gulungan pita film sebagai produk utama kota, jalanan yang bersih, bagunan tertata rapi, dan kerlip lampu dimalam hari, dengan panas matahari yang sama-sama membakar kulit jangat. Mirip bukan? Atau barangkali.

Suasana Hollywood yang di Gresik itu tak hanya sekedar berupa harap atau mimpi siang hari yang tak teraih, tapi ia nyata ada disini, anggap saja Hoolywood disana adalah sebuah veldrada, sebuah cermin yang nyata dan tampak di Gresik saat ini.


Tapi ini, sekali lagi hanya imajinasi, berandai-andai kota sebagai sebuah objek itu adalah sebuah permainan bongkar pasang, sejenak saja, dalam imajinasi, kita menukarkannya dengan Hollywood yang disana.

Senin, 03 Januari 2011

Berdzikirkah Aku?


air, udara berdzikir.. 
tanah, akar, daun yang luruh berdzikir
...
galaksi, supernova, black hole, alam raya tak berbatas berdzikir,
virus-virus dan plasma-plasma berdzikir
bayi dalam kandungan berdzikir...
ruas-ruas tulangku berdzikir,
rambut, syaraf, dan darahku berdzikir
Mekah dan Madinah berdzikir,
Kaum Muslimin berdzikir
...
Kaum Mukminin berdzikir,

Berdzikirkah AKU???
...

Sabtu, 01 Januari 2011

Lirik lagu My Chemical Romance-I Dont Love You

Well when you go
Don’t ever think I’ll make you try to stay
And maybe when you get back
I’ll be off to find another way


When after all this time that you still owe
You’re still, the good-for-nothing I don’t know
So take your gloves and get out
Better get out
While you can

When you go
Would you even turn to say
"I don’t love you
Like I did
Yesterday"

Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and tired of all the needless beating
But baby when they knock you
Down and out
It’s where you oughta stay

And after all the blood that you still owe
Another dollar’s just another blow

So fix your eyes and get up
Better get up
While you can
Whoa, whooa

When you go
Would you even turn to say
"I don’t love you
Like I did
Yesterday"

Well come on, come on

When you go
Would you have the guts to say
"I don’t love you
Like I loved you
Yesterday"

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday

Lirik lagu Astrid-Tak Ingin Dicintai

Aku tak ingin dicintai
Bila tak sepenuh hati
Aku tak ingin dimiliki
Bila tak sepenuh hati

Aku tak mau kau sayangi
Bila kau setengah hati
Aku tak mau kau ingini
Bila kau setengah hati

Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu

Aku tak ingin dicintai
Bila tak sepenuh hati
Aku tak ingin dimiliki
Bila tak sepenuh hati

Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu

Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati

Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu

Karena hatiku tak akan ku beri
Pada kekasih yang tidak baik hati
Jadi daripada aku mengharap kesungguhanmu
Aku lebih memilih pergi dan cari penggantimu

Aku tak mau kau sayangi
Bila kau setengah hati
Aku tak ingin dicintai
Aku tak ingin dimiliki
Aku tak mau kau sayangi
Aku tak mau kau ingini

INDONESIA ECONOMIC SYARIAH OUTLOOK (Part. Tinjauan Umum)

           Selama tiga dekade terakhir, keuangan syariah telah bertumbuh dengan pasar dan saat ini telah menjadi industri yang memiliki kontribusi penting dalam perekonomian nasional tidak hanya di negara-negara muslim, namun juga di berbagai negara di seluruh dunia. Keuangan syariah telah membuat terobosan signifikan dalam lingkungan global dengan memfasilitasi diversifikasi risiko dan berkontribusi dalam stabilitas keuangan global. Hingga Oktober 2010, perbankan syariah tumbuh 33 persen, jauh lebih tinggi dari perbankan konvensional yang hanya tumbuh secara rata-rata 18 persen per tahun. Kini keuangan syariah telah menjadi bagian integral dalam sistem keuangan internasional.
Dalam dekade terakhir, pangsa pasar keuangan syariah global telah meningkat secara dramatis. Keuangan syariah kini telah hadir di 75 negara di seluruh dunia, baik muslim maupun non-muslim, termasuk berbagai pusat keuangan global seperti London, Singapura, dan Hong Kong yang telah mulai menawarkan jasa keuangan syariah telah berlipat menjadi lebih dari 300 bank, dengan mengelola dana hingga US $ 1 triliun, lima kali lipat dari lima tahun lalu.
Keuangan syariah telah menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tertinggi dalam industri keuangan global dengan pertumbuhan tahunan 15-20%. Perkembangan paling fantastis dicatat oleh pasar sukuk global yang berlipat dua dibanding tahun lalu menjadi US $ 28 miliar, dan mencapai US$ 83 miliar jika memperhitungkan sukuk berdenominasi mata uang domestik. Pasar derivatif juga telah berkembang dengan diperkenalkannya syariahic currency swaps dan profit rateswaps. Pada saat yang sama juga terdapat perkembangan signifikan dalam syariahic asset and wealth management. Kini terdapat 250 mutual funds yang mengelola lebih dari US $ 300 miliar aset yang sesuai dengan prinsip syariah.
Selaras dengan kecenderungan global ini, di Indonesia, industri keuangan syariah juga mengalami perkembangan signifikan. Setelah berdirinya bank syariah pertama pada 1992, yaitu Bank Muamalat Indonesia, industri keuangan syariah mulai mengalami booming sejak 1999 yang ditandai dengan kehadiran bank syariah kedua, Bank Syariah Mandiri, dan masuknya bank konvensional ke industri keuangan syariah melalui pendirian unit syariah yang dirintis pertama kali oleh Bank IFI. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan aset perbankan syariah rata-rata mencapai 60% pertahunnya. Pertumbuhan jaringan juga cukup luar biasa. Hingga rentang tahun 2010, terdapat 10 Bank Umum Syariah, 25 Unit Usaha Syariah dari bank konvensional, 146 BPRS, 1107 jaringan kantor, dan 1679 kantor layanan unit syariah.
Demikian pula halnya dengan industri asuransi dan reasuransi syariah atau dikenal dengan istilah takaful di Indonesia-yang berkembang pesat dengan rata-rata pertumbuhan 65% per tahun. Hingga triwulan II 2009, pangsa pasarnya telah mencapai 2,46% dari premi asuransi secara keseluruhan di Indonesia. Padahal industri ini baru berkembang pada tahun 2003 silam, setelah sempat relatif stagnan setelah perusahaan takaful pertama didirikan pada tahun 1994. Sejalan dengan tren ini, kinerja pasar modal syariah juga tidak kalah pesatnya. Walaupun sukuk (obligasi syariah) baru diperkenalkan ke pasar modal Indonesia pada tahun 2002, hingga pertengahan tahun 2009 nilai kapitalisasi pasar saham-saham yang sesuai dengan syariah di Jakarta Islamic Index mencapai Rp 748.575 triliun atau 45,09% dari total nilai kapitalisasi pasar di BEI.
Dekade terakhir menjadi saksi kebangkitan institusi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang merupakan sektor non-keuangan (voluntary sector). Era baru ini ditandai oleh pengelolaan kolektif zakat, infak, sedekah dan wakaf secara profesional dan transparan oleh masyarakat sipil (civil society). Di era baru inilah terlihat bahwa penghimpunan dana filantropi Islam meningkat pesat dengan diikuti oleh pendayagunaan yang semakin efektif dan produktif. Filantropi Islam kini telah bertransformasi dari ranah amal-sosial-individual ke ranah ekonomi-pembangunan-keummatan.
Sedikit berbeda dengan pertumbuhan tinggi industri keuangan dan non-keuangan syariah, perkembangan sumber daya manusia (SDM) syariah yang merupakan “supplier” sumber daya insani bagi institusi-institusi tersebut justru relatif stagnan di tengah besarnya kebutuhan industri mereka. SDM syariah dengan kualifikasi yang memadai masih sangat sedikit, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sementara dukungan dari lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah masih sangat minim. Pengabaian terhadap masalah SDM ini dalam jangka panjang dapat berdampak serius yang akan mengganggu keberlanjutan institusi ekonomi syariah sendiri dalam jangka panjang.
 
design by Grumpy Cow Graphics | Distributed by Deluxe Templates